Sabtu, 02 November 2019

Analisis Proses Perubahan Bank BNI


ANALISIS PROSES PERUBAHAN BANK BNI













Disusun Oleh:

                                                Nama   :Elizabeth Johanes
                                                Kelas   :MJ47A
                                                NPM   :1620200005















STIE MULTI DATA PALEMBANG
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
TAHUN AJARAN 2019



KATA PENGANTAR



           
Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah yang membahas tentang Bank BNI.Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak untuk itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan karya tulis ini.
            Penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan karya tulis ini masih dari jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, penulis telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat selesai dengan baik. Penulis berharap makalah ini dapat menambah pengetahuan pembaca mengenai Analisis Proses Perubahan Bank BNI.Akhirnya penulis berharap semoga karya tulis ilmiah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca.

BAB I
PENDAHULUAN




1.1              Latar Belakang

Bank Negara Indonesia atau BNI (IDX: BBNI) adalah sebuah institusi bank milik pemerintah, dalam hal ini adalah perusahaan BUMN, di Indonesia. Dalam struktur manajemen organisasinya, Bank Negara Indonesia (BNI), dipimpin oleh seorang Direktur Utama yang saat ini dijabat oleh Achmad Baiquni.[1]
Bank Negara Indonesia (BNI) adalah bank komersial tertua dalam sejarah Republik Indonesia. Bank ini didirikan pada tanggal 5 Juli tahun 1946. Saat ini BNI mempunyai 1,076 kantor cabang di Indonesia dan 5 di luar negeri. BNI juga mempunyai unit perbankan syariah, Namun sejak 2010 telah spin off (Memisahkan diri), yang dinamakan BNI Syariah
PT Bank Negara Indonesia Tbk didirikan oleh Margono Djojohadikusumo, yang merupakan satu dari anggota BPUPKI, lalu mendirikan bank sirkulasi/sentral yang bertanggung jawab menerbitkan dan mengelola mata uang RI.
Margono berjasa besar atas perkembangan bisnis atau usaha perbankan di Indonesia. Karena Margono adalah seorang pionir, maka dia berhasil menanamkan nilai-nilai dan cara pandang bisnis perbankan di Indonesia, menggantikan peranan De Javasche Bank pada era penjajahan.

1.2              Rumusan Masalah
1.      Apa arti manajemen perubahan?
2.      Bagaimana sejarah Bank BNI?
3.      Apa saja perubahan yang dilakukan Bank BNI?

1.3              Manfaat Penelitian
1.      Untuk mengetahui arti manajemen perubahan.
2.      Untuk mengetahui sejarah Bank BNI.
3.      Untuk mengetahui perubahan yang dilakukan Bank BNI.

BAB II
PEMBAHASAN


2.1       Pengertian Manajemen Perubahan
Pengertian Manajemen Perubahan adalah wujud pendekatan melalui suatu proses untuk mengubah individu, tim, dan organisasi/ perusahaan menuju kondisi masa depan yang lebih baik.
Manajemen perubahan (change management) sering dikaitkan dengan manajemen sumber daya manusia karena yang menjadi objek utama perubahan adalah sumber daya manusia. Change management dalam suatu perusahaan umumnya dilakukan dengan perubahan kebijakan yang sederhana hingga kebijakan yang kompleks dan berpengaruh terhadap perubahan perusahaan.
Sebagai makhluk yang dinamis,  manusia tidak bisa berdiam diri dengan kondisi lingkungan yang terus bergerak, sehingga perubahan diperlukan untuk mengarahkan pergerakan manusia ke arah yang diinginkan demi mencapai tujuan bisnis atau perusahaan.
Pada dasarnya, change management bisa diartikan secara lebih luas berdasarkan sudut pandang dan tujuannya. Namun, hampir semua manajemen perubahan bertujuan untuk mengelola bisnis atau perusahaan kearah yang lebih baik demi mendapatkan lebih banyak keuntungan.

2.2       Sejarah Bank BNI
           
Bank Negara Indonesia didirikan dan dipersiapkan pada tanggal 5 Juli 1946 menjadi Bank Sirkulasi atau Bank Sentral yang bertanggung jawab menerbitkan dan mengelola mata uang RI. Beberapa bulan setelah pendiriannya, Bank Negara Indonesia mulai mengedarkan alat pembayaran resmi pertama - Oeang Republik Indonesia atau ORI. Pengusul dibentuknya sebuah Bank Sentral atau Bank Sirkulasi, serta sekaligus juga adalah sebagai pendiri dan Direktur Utama Bank Negara Indonesia yang pertama adalah Raden Mas (R.M.) Margono Djojohadikusumo.
Pada 1955, Peran Bank Negara Indonesia beralih menjadi bank pembangunan dan kemudian mendapat hak untuk bertindak sebagai bank devisa. Sejalan dengan penambahan modal pada tahun 1955, status Bank Negara Indonesia beralih menjadi bank umum dengan penetapan secara yuridis melalui Undang-Undang Darurat nomor 2 tahun 1955.
Dengan inovasi perbankan yang luas, menimbulkan kepercayaan pemerintah terhadap perusahaan BNI. Maka, pada 1968, status hukum Bank Negara Indonesia ditingkatkan ke Persero dengan nama PT Bank Negara Indonesia.
Pada 2013, BNI meluncurkan kartu kredit dan kartu ATM/debit bergambar Tim Sepak bola peserta BPL, Chelsea, dengan logo MasterCard. Kartu tersebut dapat diterima oleh fans Chelsea. Bank BNI juga meluncurkan layanan trust bagi industri ekspor, termasuk untuk industri minyak dan gas


2.3       Perubahan Yang Dilakukan Bank BNI
            Beberapa perubahan yang dilakukan Bank BNI adalah:
1.      Perubahan Logo
Beberapa perubahan logo yang dilakukan Bank BNI adalah sebagai berikut:

2.      Perubahan Slogan
Perubahan slogan yang dilakukan Bank BNI adalah:
1. 1994–2003 : Tepercaya, Kokoh, dan Bersahabat (Reliable, Solid, and Friendly)
2. 2003–2004 : Melayani Dengan Kebanggaan Sebagai Bank Anak Negeri
3. 2004–sekarang : Melayani Negeri, Kebanggaan Bangsa (Serving the Country, the Pride of the Nation)

3      Ekspansi Bisnis
Pada 2013, BNI meluncurkan kartu kredit dan kartu ATM/debit bergambar Tim Sepak bola peserta BPL, Chelsea, dengan logo MasterCard. Kartu tersebut dapat diterima oleh fans Chelsea. Bank BNI juga meluncurkan layanan trust bagi industri ekspor, termasuk untuk industri minyak dan gas.
Jelang akhir 2015, BNI mendapat izin beroperasi di Myanmar dengan membuka kantor cabang yang akan dibantu kantor cabang Singapura. Kantor di Myanmar ini menggarap segmen korporasi dan juga terdapat layanan remitansi bagi para staf kedutaan besar Republik Indonesia (KBRI).
Bank Negara Indonesia terpilih menjadi bank yang melayani pembayaran bagi para investor asing yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia melalui alur Layanan Izin Investasi 3 Jam yang disiapkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) karena BNI adalah bank yang sudah terhubung dengan layanan AHU Online milik Kementerian Hukum dan HAM.

4.      Transaksi Elektronik
Nasabah Bank BNI dapat melakukan transaksi elektroik melalui ATM BNI, SMS Banking, Internet Banking, Phone Banking, Mobile Banking, Layanan Gerak, Agen46, TapCash, BNI Debit Online, UnikQu, BNI SMS Notifikasi, BNI iPay, BNI Smartpay dan EDC BNI. Adanya layanan transaksi elektronik tersebut tentunya mempermudah nasabah untuk bisa melakukan transaksi dimana saja.

BAB III
PENUTUP


3.1       Kesimpulan
1. Pengertian Manajemen Perubahan adalah wujud pendekatan melalui suatu proses untuk mengubah individu, tim, dan organisasi/ perusahaan menuju kondisi masa depan yang lebih baik. Manajemen perubahan (change management) sering dikaitkan dengan manajemen sumber daya manusia karena yang menjadi objek utama perubahan adalah sumber daya manusia. Change management dalam suatu perusahaan umumnya dilakukan dengan perubahan kebijakan yang sederhana hingga kebijakan yang kompleks dan berpengaruh terhadap perubahan perusahaan.
2. Beberapa perubahan yang dilakukan Bank BNI antara lain perubahan logo, perubahan slogan, ekspansi bisnis dan adanya transaksi elektronik

3.2       Saran
           
Diharapkan Bank BNI dapat kedepannya dapat melakukan perubahan yang lebih baik lagi untuk bisa memberikan pelayanan yang lebih baik kepada nasabah.



Analisis Permasalahan Etika di Dunia Kerja



ANALISIS PERMASALAHAN ETIKA BISNIS DI DUNIA KERJA












Disusun Oleh:


                                                Nama   :Elizabeth Johanes
                                                Kelas   :MJ7A
                                                NPM   :1620200005















STIE MULTI DATA PALEMBANG
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
TAHUN AJARAN 2019



KATA PENGANTAR



           
Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah yang membahas tentang permasalahan etika bisnis di dunia kerja.Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak untuk itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan karya tulis ini.
            Penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan karya tulis ini masih dari jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, penulis telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat selesai dengan baik. Penulis berharap makalah ini dapat menambah pengetahuan pembaca mengenai Analisis permasalahan etika di dunia kerja.Akhirnya penulis berharap semoga karya tulis ilmiah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca.


BAB I
PENDAHULUAN




1.1              Latar Belakang

Etika bisnis adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan cara melakukan kegiatan bisnis yang mencakup seluruh aspek yang masih berkaitan dengan personal, perusahaan ataupun masyarakat. atau bisa juga diartikan pengetahuan tentang tata cara ideal dalam pengaturan dan pengelolaan bisnis yang memperhatikan norma dan moralitas yang berlaku secara universal secara ekonomi maupun sosial. Dalam menerapkan etika dalam berbisnis kamu harus memperhatikan norma dan moralitas yang berlaku di dalam masyarakat. Disamping itu etika bisnis juga bisa diterapakan dan dimunculkan dalam perusahaan sendiri karena memiliki keterkaitan dengan profesional bisnis. Perusahaan menyakini prinsip bisnis yang baik adalah yang memperhatikan etika-etika yang berlaku, seperti menaati hukun dan peraturan yang berlaku.

1.2              Rumusan Masalah
1.      Apa saja etika dalam dunia kerja?
2.      Apa saja permasalahan etika di dunia kerja?
3.      Apa saja contoh pelanggaran etika di dunia kerja?

1.3              Manfaat Penelitian
1.      Untuk mengetahui etika dalam dunia kerja.
2.      Untuk mengetahui permasalahan etika di dunia kerja.
3.      Untuk mengetahui contoh pelanggaran etika di dunia kerja.

BAB II
PEMBAHASAN


2.1       Etika Dalam Dunia Kerja
Dimanapun kita berada kita selalu dihadapkan pada etika, termasuk dalam lingkungan kerja. Karena etika juga sangat penting dalam dunia kerja, hal ini dikarenakan etika menjadi kunci atau panduan kita dalam profesionalisme kerja. 
Etika kerja adalah aturan normatif yang mengandung sistem nilai dan prinsip moral yang merupakan pedoman bagi karyawan dalam melaksanakan tugas pekerjaannya dalam perusahaan.
Etika kerja ini dibuat untuk karyawan agar karyawan menjadi lebih disiplin dengan menaati etika yang berlaku di tempat kerja sehingga dapat memperlancar kinerja sehari-hari.
Etika sendiri menyangkut mengenai norma atau tata krama. Pengertian etika secara etimologi berasal dari bahasa Yunani adalah "Ethos" yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan.
Etika kerja terkait dengan apa yang seharusnya dilakukan karyawan atau manajer. Untuk itu etika kerja setiap karyawan didasari prinsip-prinsip berikut:
1.      Melaksanakan tugas sesuai dengan visi, misi dan tujuan perusahaan,
2.      Selalu berorientasi pada budaya peningkatan mutu kerja,
3.      Saling menghormati sesama karyawan,
4.      Membangun kerjasama dalam melaksanakan tugas-tugas perusahaan,
5.      Memegang amanah atau tanggung jawab dan kejujuran,
Menanamkan kedisiplinan bagi diri sendiri dan perusahaan

2.2       Permasalahan Etika Dalam Dunia Kerja
           
Permasalahan yang muncul dalam perusahaan disebabkan karyawan melanggar etika berdampak dari perusahaan antara lain melakukan kecurangan dalam mengunakan fasilitas atau kecurangan memberikan informasi terhadap atasan sehingga pimpinan membuat keputusan terjadi kesalah dan merugikan perusahaan.
Permasalahan yang muncul dalam etika di tempat kerja disebabkan oleh perilaku baik dari pimpinan maupun karyawan berupa;

1. Pembedaan terhadap karyawan.
2. Pendisiplinan.
3. Pelecehaan seksual terhadap pekerjaan perempuan
4. Evaluasi kinerja sering tidak transfarannya dalam melakukan evaluasi kinerja karyawan menimbulkan rasa tidak percayaan terhadap penyelia.
5. Pelanggaran peraturan mabuk akibat mminiman keras,
6. Pemalsuan catatan atau laporan

Permasalahan-permsalahan ditempat kerja yang diuraikan diatas telah menjadi kajian dari para ahli manajemen dan mencari langkah-langkah untuk menekan atau mengurangi permasalah tersebut.

Membentuk Perilaku Etis Dalam Berkerja
Perilaku karyawan yang telah diuraikan dalam pendahuluan diatas telah menggambarkan yang paling berpengaruh membentuk sesorang itu awalnya adalah lingkungan keluarganya terutama Ayah dan Ibunya serta lingkungan keluargannya. Di dalam organisasi tempat dimana sesorang telah menjadi karyawan dan berkerja ikut memberikan pengaruh terhadap karyawan bagaimana bertindak dan berkomunikasi baik sesama karyawan maupun dengan atasan dan masyarakat.

Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku karyawan dalam suatu perusahaan supaya secara cepat pihak pimpinan meminimumkan pelanggaran etika didalam tempat kerja. Faktor lainnya yang membentuk berperilaku etis di tempat kerja di dalam perusahaan yaitu:

1. Faktor keorganisasi:

- Menekan pihak karyawan agar membuat laporan yang benar dan terbuka terutama laporan akunting untuk diberikan kepihak pemerintah (pajak) kewajiban perusahaan dalam membayar.
- Menekankan kepada pihak karyawan untuk berusaha memenuhi target dan jika tidak terpenuhi bukanlah suatu kesalahan tetapi adalah pembelajaran.
- Memberikan ruang beraktualisasi dan berinovasi sehingga dapat mendorong terbangunya soliditas dan solidaritas karyawan.
- Melakukan keterbukaan mengenai insentif.


2. Faktor atasan
peran penting yang dapat membentuk etika didalam tempat kerja yaitu peran atasan dengan sikap dan tingkah laku atasan dapat membentuk terbangunnya etika didalam pekerjaan. Langkah-langkah yang menjadi perhatian dan pertimbangan yang perlu dilakukan oleh atasan yaitu:

- Melakukan keterbukaan dan keterbukaan dalam mencapai hasil kerja yang dapat memenuhi target
- memberikan beban kerja sesuai dengan tugas dan fungsi yang telah diatur dalam job diskripsi
- Memberikan bimbingan dan pembinaan terhadap karyawa agar tidak terjadinya keslahan



2.3       Contoh Pelanggaran Etika Dunia Kerja
            Contoh pelanggaran etika dalam dunia kerja yaitu:
  1. Enron – Praktik akuntansi dan manipulasi pasokan energi yang diajukan menurunkan perusahaan ini. Enron: Orang-orang Tercerdas di Ruang adalah film dokumenter yang sangat bagus yang menjelaskan skandal tersebut.
  2. Monsanto – Monsanto telah dikritik karena ukurannya yang mega. Kritikus khawatir bahwa mereka mengambil alih persediaan makanan dan juga menciptakan masalah lingkungan yang negatif. 
  3. Arthur Andersen – Arthur Andersen dikenal karena praktik audit yang tidak etis. 
  4. WalMart – Studi telah menunjukkan bahwa WalMart dapat menghemat uang orang tapi mungkin juga berdampak negatif pada masyarakat. Harga rendah mereka mungkin juga merugikan pemasok.Perusahaan menerima kritik saat kepemimpinan mengumumkan bahwa mereka ingin mempekerjakan karyawan yang lebih sehat dan produktif. WalMart telah dituduh anti serikat pekerja dan telah bertahan dari skandal keringat dan diskriminasi. 
  5. Seluruh negara – Perusahaan menawarkan pinjaman subprime yang kemudian mengakibatkan gagal bayar. Kritikus telah mengklaim bahwa karyawan Countrywide memberi tahu klien bahwa propertinya akan meningkat nilainya dan pinjaman mereka dapat dibiayai kembali saat nilai pasar meningkat. Nilai pasar menurun menyebabkan banyak kehilangan rumah mereka. .
  6. Beechnut – Etika Beechnut dipertanyakan saat diketahui bahwa mereka menjual “jus apel” ke negara-negara asing yang mengandung sesuatu yang kurang dari jus apel. 
  7. Strategi Starbucks – Clustering dapat memaksa perusahaan kecil keluar dari bisnis. Ada begitu banyak Starbucks di sudut-sudut jalan sehingga film-film seperti Best In Show mengolok-olok bagaimana mungkin ada satu Starbucks tepat di seberang jalan dari yang lain. 
  8. Praktik Manufaktur termasuk memproduksi sepatu lepas pantai untuk menghemat uang. Nike telah menggunakan pangsa sweatshop di bidang manufaktur. Mereka mendapat kecaman atas pelanggaran hak asasi manusia.

BAB III

PENUTUP



3.1       Kesimpulan

1.  Etika kerja adalah aturan normatif yang mengandung sistem nilai dan prinsip moral yang merupakan pedoman bagi karyawan dalam melaksanakan tugas pekerjaannya dalam perusahaan. Etika kerja ini dibuat untuk karyawan agar karyawan menjadi lebih disiplin dengan menaati etika yang berlaku di tempat kerja sehingga dapat memperlancar kinerja sehari-hari.
2. Permasalahan yang muncul dalam etika di tempat kerja disebabkan oleh perilaku baik dari pimpinan maupun karyawan berupa;

1. Pembedaan terhadap karyawan.
2. Pendisiplinan.
3. Pelecehaan seksual terhadap pekerjaan perempuan
4. Evaluasi kinerja sering tidak transfarannya dalam melakukan evaluasi kinerja karyawan menimbulkan rasa tidak percayaan terhadap penyelia.
5. Pelanggaran peraturan mabuk akibat mminiman keras,
6. Pemalsuan catatan atau laporan

3.2       Saran

           

1.      Perusahaan harus bisa memperlakukan karyawan dan konsumennya dengan baik
2.      Karyawan harus mengetahui cara bersikap di lingkungan kerja
3.      Butuh adanya kerja sama antara karyawan dan atasan untuk saling memperlakukan satu sama lain sesuai dengan aturan yang berlaku.

Jumat, 26 Oktober 2018

Review Film


REVIEW FILM

Confessions of a Shopaholic


Title                 : Confessions of a Shopaholic
Release Date   :13 February 2009
Based On        : Novel Shopaholic by Sophie Kinsella
Genre              : romantic comedy
Actors             : Isla Fisher, Hugh Dancy, Krysten Ritter, John Goodman, Joan Cusack, John Lithgow, Leslie Bibb, Julie Hagerty
Directors         : P.J.Hogan


Synopsis
The movie opens with young Rebecca looking at beautiful shoes and talking about how there're two kinds of prices: real prices, which buy wonderful things, and her mother's prices, which buy things that last forever. We see her receiving a sturdy pair of plain brown shoes and looking enviously at the other girls. We see her looking at older girls trying on dresses and jewelry, and not even needing money for these perfect things as they swipe credit cards. She wanted one of those. Now the adult Rebecca (Isla Fisher) is walking down the street, saying little did she dream she would one day have twelve.

Rebecca "Bex" Bloomwood is a writer for a gardening magazine with a closet full of clothes and accessories, and a lot of debt. She does not know the exact sum, but she is concerned when she receives one bill for $900. At first she believes her credit card was stolen, but realizes that the Outdoor World charge was for a farewell gift. The debt is all hers, and among other things it comes with persistent collection agent Derek Smeath.

Heading off to an interview at Alette magazine, run by Alette Naylor (Kristin Scott Thomas), Bex spies the perfect green scarf; even the mannequin is telling her that it will define who she is. She tries to buy it by spreading the price over cash and multiple cards, but with one card being declined, she's still $20 short. She rushes to a hot dog vendor, going to the front of the line for an "emergency", begging the vendor to give her cash back on a check, even offering to buy all of his hot dogs, claiming she needs the scarf for a sick aunt. The man in the front of the line gives her twenty dollars to get her out of the way so he can get his dog, telling her there is a difference between cost and worth.

Wearing the scarf, Bex heads into Alette's office, but the receptionist tells her that Alicia Billington has filled the job internally. Complimenting the scarf, he tells her that a consumer finance magazine from the same parent company is also hiring, and getting her foot in the door there will help. Bex hurries over to that office, and meets her interviewer, Luke Brandon (Hugh Dancy), the man in line from the hot dog stand. The interview does not go well, and things get worse as she returns to her job and finds that the magazine is closing, and everyone has received termination notices.

Bex goes to her roommate, Suze (Krysten Ritter), who tears up her rent check, but it does not resolve the debt problem. With the help of a bottle of tequila, they go through the bills, Suze adding figures up and finding that the news is horrible. However, they get the brilliant idea to write up a sample article for Alette and send it in. At the same time, Bex drafts a mean note to Luke.

A call from Luke the next day leads her to realize that she put the letters in the wrong envelopes: He likes her idea of using shoes as a metaphor for investing, but before taking that job, she makes a desperate rush to intercept the insulting letter on its way to Alette. By hiding in a coat rack, stretching, and ending up flat on her back in front of Alicia, she does manage.

Suze also gets Bex to go to a support group for shopaholics, but all Bex does is send most of the members into a relapse as she describes her love of shopping. Suze also makes Bex watch a video about shopping addiction, and tries to get her to declutter, but Bex just hides everything in the closet, which later explodes onto and buries Suze.

Bex gets off to a rocky start at the magazine, especially since her card is declined as she tries to buy a finance book. Luke takes her to a company meeting and makes her question the presenter about their bonuses, seeing as the company posted a loss. He asks her to go home and send him a new outline for the article, but a sample sale distracts her. One coat that she buys gives her the answer though, as she sees that it is mostly acrylic and not cashmere, and she writes about changes in credit card terms. Her new column, The Girl in the Green Scarf, is well received. Although the head of advertising is nervous, Bex wins over the company head, bankers, and even Finns from Nokia, as she manages to avoid getting caught in her constant lie that she is fluent in Finnish. At a Miami conference she does well, but is still being harassed by bill collection agent Smeath, whom she has told Luke is an ex-boyfriend who is stalking her.

Still in Miami, she and Luke share a shopping trip and a dance. He reveals that his mother is a wealthy socialite, but he wants to make it on his own. They bond, but she finds out that he is having dinner with Alicia, upsetting her. She also finds out that Alicia will be Luke's date for an upcoming ball.

Suze convinces Bex not to buy a new dress, but to use something she already has for the ball, but the evening turns out to be jinxed: Bex's jacket unravels, beads come off and trip an elderly woman, and her dress is similar enough to that worn by the waitresses that she is handed a platter, sending fish onto many of the diners. Luke smooths things over and the night takes a turn for the better as he joins her out on the balcony and kisses her.

Bex goes to her parents to ask for help, but it turns out that they have put all of their savings into an RV. They do mention her column and how much they love it, but she does not reveal that she is the author.

Her work is being so well-received that Bex is given a television spot with Luke, and Alette takes her shopping. While Bex is trying on clothes, Alicia holds her purse and takes a call from Smeath, thus finding out Bex's debt issues. Bex buys the outfit, though it costs a month's pay, and heads over to her bridesmaid dress fitting, as Suze is getting married. Upset to see the Barney's shopping bag, Suze sends Bex back to the support group.

Bex meets a new woman going in to the support group, and asks her to stash her purchases in her trunk. The woman agrees, but turns out to be the new group leader, Miss Korch, who marches the group to a thrift shop and makes Bex turn over the purchases. Bex goes to buy them back after, but only has enough cash for one, so chooses the Barney's dress for the television appearance.

The show is going well, but once things are turned over to the audience for questions, Smeath stands up and exposes her debt issues, as well as the lie of him being an ex-boyfriend, which Suze, her fiancée Tarq, and Bex's parents all see.

Bex goes back to the apartment to find Suze; while they're talking, a homeless woman goes by wearing Bex's bridesmaid dress. Suze is furious and moves out. Bex's parents drive up and offer to sell the RV, but she wont let them. Alette stops by and makes an offer to Bex to work at Alette, but since it would involve writing about affordable fashion that is not really affordable, and encouraging more credit card use, Bex turns her down. Before this happens, Alicia complains to Luke about being stuck with Bex.

Bex returns to her support group, asking for help, and sets up a sample sale and auction of her entire wardrobe. She sends a notice to the original receptionist at Alette, who forwards it to all assistants, including Luke's assistant Hayley. He says that she will need to make room for all the free samples from Alette.

Everything sells, with the last item on the block being the original green scarf. Two women have a small bidding war, but eventually Bex releases it to the winner, telling her not to wear it with yellow and that it will bring her love. In the audience, Hayley has ended up sitting next to Bex's mother, who reveals that Bex turned down the Alette offer.

Having defended Bex, Luke's job is in danger, but the owner surprises him by offering to start a new magazine. As they talk, Luke realizes he wants to strike out on his own, possibly inspired by Bex earlier telling him that she could see him running his own business.

The grand total from the auction is over $16,000, allowing Bex to pay off her debt. She takes $9,000 to Smeath's office in pennies, giving him what he deserves in the most annoying and inconvenient fashion, as he did to her.

Bex shows up at Suze's wedding wearing the bridesmaid dress, which she has traded back from the homeless woman for other clothes. They reconcile, and Suze and Tarq are married.

As the newlyweds drive off, Bex wanders down the street. The mannequins beckon to her again, but as she resists they start applauding her. Exhilarated by her growth, she finds Luke in front of her. He presents her with the green scarf, having sent both of the bidders. They kiss on the street, and she talks about how giving up shopping has allowed her time for other things, including a relationship with Luke.

Sinopsis
Rebecca Bloomwood adalah lajang berusia 25 tahun yang sehari-harinya bekerja sebagai penulis di sebuah majalah. Karena hobi berbelanjanya, Rebecca pun terlilit hutang dalam junlah besar. Belum sempat melunasi hutangnya, Rebecca tiba-tiba diberhentikan dari pekerjaannya. Rebecca pun terpaksa melamar ke perusahaan lain dengan melebih-lebihkan resumenya.

Saat Rebecca dipanggil interview, diapun membeli scarf hijau. Sayangnya kartu kreditnya sebagian sudah ditolak, sehingga dia harus berlari ke mesin ATM terdekat untuk menarik $23. Berhubung antrian ATM cukup panjang, Rebecca pun membujuk seorang penjual hotdog untuk memberinya $23 dan akan ditukar dengan cek. Terkesan dengan kegigihannya, seorang pria memberinya $23 dengan cuma-cuma. Tak disangka pria itu adalah calon atasannya.

Setelah diterima bekerja, Rebecca pun terpaksa berbohong kepada rekan-rekan kerjanya demi menghindari debt collector yang sudah mencarinya selama setahun yang menagih hutang hingga ke kantor barunya.

Sadar dirinya kecanduan belanja, Rebecca pun mengikuti terapi untuk orang-orang yang shopaholic. Keadaan makin kisruh ketika terapisnya memaksanya memberikan gaun yang diberikan sahabatnya, Suze ke badan amal. Suze marah besar karena gaun itu seharusnya dipakai Rebecca saat pernikahan Suze.

Diakhir film, Rebecca terpaksa melelang semua barang-barang bermerek yang dimilikinya untuk membayar tagihan kartu kreditnya yang membengkak dan menebus kesalahannya kepada Suze.

Permasalahan di Film
-Kantor tempat Rebecca bekerja bangkrut dan seluruh karyawan diberhentikan sehingga dia harus mencari pekerjaan baru untuk melunasi hutang kartu kreditnya.
-Rebecca mengirimkan surat kepada majalah Alette dan Successful Saving, namun dia salah mengirimkan surat yang seharusnya dia kirim ke majalah Alette malah dia kirim ke majalah Succesful Saving. Rebecca akhirnya diterima di Succesful Saving karena Luke, pimpinan majalah Successful Saving terkesan dengan essay yang dibuat Rebecca.
-Rebecca terpaksa berbohong kepada rekan kerjanya dengan mengatakan bahwa Derek Smeath adalah mantan pacarnya yang selalu mengganggunya walaupun sebenarnya Derek Smeath adalah Debt Collector yang selalu mengejar Rebecca untuk menagih hutang kartu kreditnya agar dia tidak dipecat dari pekerjaannya.
-Rebecca selalu berusaha menghindar dengan berbagai alasan saat dihubungi oleh Derek Smeath untuk menagih hutangnya.
- Kebohongan Rebecca terungkap saat Derek Smeath secara mengejutkan duduk di bangku penonton dan bertanya kepada Rebecca saat Rebecca dan Luke menjadi bintang tamu di acara televisi. Di acara tersebut Derek Smeath mengungkapkan kebohongan Rebecca.
-Terapis Rebecca menyuruh Rebecca memberikan gaun yang diterimanya untuk tampil diacara televisi dan gaun dari Suze ke badan amal. Rebecca sudah member tahu terapisnya bahwa kedua gaun tersebut penting namun terapis Rebecca tidak mempercayainya. Rebecca ingin mendapatkan kembali kedua gaun tersebut namun dia harus membelinya jika ingin mendapatkan kembali kedua gaun tersebut dari badan amal. Uang Rebecca hanya cukup untuk membeli satu dari kedua gaun tersebut. Rebecca memilih untuk membeli gaun yang akan dipakainya untuk acara televisi.
-Saat Rebecca pulang dari acara televisi, Suze ingin menghampiri Rebecca namun Suze melihat seoraang wanita dari badan amal memakai gaun yang dia berikan kepada Rebecca. Suze marah dan kecewa kepada Rebecca saat melihatnya.

Penyelesaian
-Setelah rahasianya terungkap, Rebecca mendapat ide untuk menjual seluruh barang-barang bermereknya dan melelang scarf hijau kesayangannya untuk bisa melunasi hutangnya.
-Rebecca berusaha mendapatkan kembali gaun pemberian Suze dari badan amal untuk menebus kesalahannya dan dia hadir di pernikahan Suze. Hubungan Rebecca dan Suze kembali membaik.
-Rebecca melunasi seluruh hutangnya dengan uang yang dia dapatkan dari hasil penjualan dan lelang barang-barangnya.
-Wanita yang mendapatkan scarf hijau dari lelang yang diadakan Rebecca sebenarnya adalah orang suruhan Luke. Diapun memberikan kembali scarf hijau tersebut kepada Rebecca.
-Rebecca merubah gaya hidupnya dengan tidak menggunakan kartu kreditnya untuk membeli barang yang tidak terlalu dia butuhkan.

Link Film

Rabu, 13 Juni 2018

LAPORAN FIELD TRIP 2018


Laporan Field Trip 2018










Nama Kelompok :

-Elizabeth Johanes (1620200005)
-Elisa Yulistina (1620200012)
-Selvi Teresa (1620200074)
-Merlisa KJ (1620200094)






Dosen Pengampuh :
Charisma Ayu Pramuditha, M.HRM








SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI MULTI DATA PALEMBANG
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
2018



Beryl’s Fine Chocolate

Cokelat dipercaya telah dibawa ke Malaysia dari Filipina pada abad ke-18. Kawasan tanaman cokelat pertama sekali ditemui di Melaka pada tahun 1778. Setelah itu penanaman cokelat mulai dijalankan di Stesen Pertanian Serdang dan Pusat Penyelidikan Pertanian Silam, Sabah. Pengkomersialan cokelat bermula sekitar tahun 1853 dimana cokelat jenis Amelonada pertama kali di tanam. Cokelat secara resmi ditanam di Quoin Hill, Tawau, Sabah pada tahun 1960. Sejak itu lebih banyak kawasan ditanami cokelat dan sekarang Malaysia merupakan salah satu negara pengeluar cokelat utama di dunia.
                                                                     
Industri pengisaran cokelat di Malaysia bermula pada tahun 1973 dan berkembang pesat pada tahun 1980an. Sebagai pusat pengisaran dan pemrosesan cokelat terbesar di Asia, Malaysia mempunyai 11 pabrik pengisar cokelat pada tahun 2009 dengan jumlah eksport tahunan sebanyak RM3.35 juta pada tahun 2008. Meskipun sebagian besar cokelat dihasilkan di negara-negara pembangun, namun sebagian besarnya digunakan di negara-negara industry.

Proses Pembuatan Cokelat
1.      Penuaian
            Terdapat dua musim penuaian dalam satu tahun. Tuaian pertama berlangsung dari Oktober -  Maret. Dan tuaian kedua dilakukan dari Mei – Agustus.

      2.  Penghantaran
            Petani akan membawa hasil biji cokelat yang telah kering ke pusat koleksi, di mana biji cokelat akan di kelompokkan bedasarkan mutu nya. Setelah di kelompokkan cokelat akan di hantar ke pabrik-pabrik atau di eksport.

3.      Memecah dan Menampi
            Menampi adalah proses menghilangkan kulit luar biji cokelat. Pertama mesin akan memecahkan biji cokelat yang telah di bakar dari kulit nya. Lalu akan di pisahkan antara kulit dan biji nya.

4.      Memanggang
            Ketika biji cokelat sampai di pabrik mereka akan dibersihkan untuk menghilangkan kotoran. Setelah dibersihkan mereka akan di hantar ke mesin panggang.tujuan memanggang biji cokelat adalah untuk mengembangkan aroma semasa fermentasi, untuk menghilangkan asid terakhir, untuk mengurangi kadar air, dan mengurangi bakteri.

      5.   Fermentasi
            Setelah di panen dalam 7 – 10 hari, biji cokelat perlu dibelah untuk mengeluarkan biji nya. Biji cokelat lalu di timbun dengan daun pisang atau dimasukkan dalam kotak kayu untuk difermentasi. Fermentasi cokelat ini memakai ragi alam dalam udara menyebabkan fermentasi alami dan memerlukan waktu sekitar 1 minggu.

6.      Pengeringan
            Setelah fermentasi, biji cokelat masih mengandung 60% kelembapan, yang mana harus dikurangkan menjadi 8% atau kurang. Setelah kering, berat biji cokelat akan berkurang setengah daripada berat asalnya.

7.      Menggiling
            Potongan – potongan biji cokelat yang telah dipanggang dan di buang kulitnya akan di giling supaya menjadi partikel yang lebih halus. Kemudian di masukan ke dalam sebuah penekanan hidrolik yang besar untuk memerah mentega koko yang terkandung di dalamnya.

8.      Pencampuran
            Empat bahan utama yang di gunakan ialah massa cokelat, mentega cokelat, gula dan susu. Kadar antara bahan – bahan ini tergantung pada cokelat yang akan dibuat.

9.      Conching
            Conching adalah suatu langkah penting untuk mengembangkan lebih lanjut rasa dan tekstur cokelat. Conching melibatkan pengulian dan pencampuran cokelat yang sungguh-sungguh.

10.  Tempering
            Setelah proses ‘Conching’ prses selanjutnya adalahTempering. Tempering adalah tahap terakhir dan penting dalam pembuatan cokelat. Ini adalah proses yang kompleks yang melibatkan pemanasan dan pendinginan. Dilakukan secara sangat berhati-hati untuk memastikan kadar lemak dalam cokelat stabil.

11.  Pencetakan
            Setelah di temper, cokelat diisi ke dalam cetakan polikarbonat. Cetakan yang berisi cokelat diletakkan di atas meja yang bergetar untuk menggoncang cokelat selama beberapa menit untuk memastikan bahwa cokelat yang dihasilkan rata dan tidak bergelembung.

Universiti Utara Malaysia
UUM terletak di Sintok, Kedah, dan Kuala Lumpur. Didirikan pada tahun 1984, dengan motto Ilmu, budi, bakti. Universitas ini memiliki fakultas seni, dan sains, fakultas bisnis dan hukum, pemerintahan dan studi internasional. Program yang ditawarkan antara lain sarjana, dan pasca sarjana.

Universiti Kuala Lumpur
Universiti Kuala Lumpur atau yang disingkat UniKL didirikan pada tahun 2002. UniKL memiliki 131 program seperti teknologi elektronik dan telekomunikasi, robotik, desain produk, teknik bisnis manajemen, dan masih banyak lagi. UniKL  akreditasinya dan program-program nya diakui secara global.

Yakult Malaysia
Dalam satu hari produksi Pabrik Yakult Malaysia dapat menghasilkan maksimal 700.000 botol Yakult dan minimal 470.000 botol Yakult. Jadi bisa di simpulkan dalam satu jam produksi menghasilkan 7.000 botol Yakult. Dengan kinerja karyawan mulai dari jam 08.00 – 17.00.
Di pabrik Yakult Malaysia sendiri masih mendatangkan tepung susu skim dari Australia, diluar dari pada itu mereka memproduksi nya sendiri mulai dari botol sampai label penutup botol Yakult. 

Kendala yang masih di rasakan dalam memproduksi Yakult adalah
1. Kontaminasi dari luar. Jika tidak ditutup dengan benar maka akan terkontaminasi oleh bakteri dari luar.
2.  Kelalaian dari pegawai.
3. Kebersihan dari mesin itu sendiri. Pegawai akan rutin membersihkan pada saat selesai produksi dan di pagi hari sebelum memulai produksi untuk memastikan bahwa mesin dalam keadaan bersih.

Yakult  Malaysia mempunyai target menjadi minuman probiotik no. 1 di Malaysia. Alasan Yakult menggunakan botol dengan ukuran kecil agar konsumen bisa langsung menghabiskan nya dalam sekali minum. Di Pabrik Yakult Malaysia sendiri memproduksi 2 jenis Yakult, original dan less sugar. Dan Pabrik Yakult Malaysia juga mengekspor Yakult varian less sugar ke negara Singapore.

Kedai Durian Tok Ngah
Kedai Durian Tok Ngah berdiri di Kota Batam pada bulan Oktober 2013 tepatnya di daerah Seraya. Awalnya Kedai Durian Tok Ngah hanya sebuah industry rumahan yang berjualan hanya melalui media social ‘Instagram’ hingga sekarang tumbuh menjadi salah satu perusahaan yang focus menggarap pasar Oleh-oleh di Batam. Kedai Durian Tok Ngah saat ini sudah memiliki 5 cabang penjualan yang tersebar di Kota Batam.

Kedai Durian Tok Ngah sendiri mempunyai visi dan misi, yaitu :
Visi : Menjadi perusahaan makanan olahan khas Indonesia yang terbesar dan sukses.
Misi : Membuka cabang di daerah-daerah di Indonesia hingga akhir tahun 2019 dan Menciptakan lingkungan kerja yang dinamis, tentram dan sejahtera

Kedai Durian Tok Ngah sangat aktif dalam kegiatan-kegiatan di Kota Batam antara lain, pameran/ event, pembagian snack box, sponsorship di acara pemuda dan pemerintah, dan foto/ video contest. Produk dari Kedai Durian Tok Ngah bermacam yaitu : Golden Durian, Brownis Durian, Otak-otak, Luti Gendang, Pnacake Durian, dan aneka snack dan jenis cokelat. Durian yang di pakai di Kedai Durian Tok Ngah sendiri di datangkan langsung dari Medan. Mereka sudah bekerja sama dengan distributor durian di Kota Medan yang bisa menjamin kualitas dan ketersediaan produk.

Produk Yang Akan Dijual
1.      Pin besar
2.      Pin kecil
3.      Mug
4.      Gelang

Proses Pembuatan Produk
Produk dipesan dari distributor yang bisa mendesain sesuai keinginan konsumen.

Modal
1.      Pin besar          : Rp.5.500
2.      Pin kecil          : Rp.4.500
3.      Mug                 : Rp.20.000
4.      Gelang             : Rp.5.000

Harga Jual Produk
1.      Paket 1 (Pin kecil + gelang)                                : Rp.13.000
2.      Paket 2 (Pin besar + gelang)                               : Rp.15.000
3.      Paket 3 (Mug + pin kecil + pin besar + gelang) : Rp.40.000

Laporan Laba/Rugi
Laba/Rugi       = Pendapatan-Modal
                        = Rp.161.000 – Rp.150.000
                        = Rp.11.000 (Laba)

Foto Produk






















Foto Pembeli




















Kesimpulan :
-          Di Malaysia dan Singapura terdapat produk unik yang belum ada di Indonesia.
-          Pariwisata di Malaysia dan Singapura sudah dikelola dengan baik.
-          Kebersihan di Singapura terjaga dengan baik.
-          Bisnis oleh-oleh di Batam dapat menghasilkan keuntungan yang besar.
-          Malaysia, Singapura dan Batam menjual produk khas daerah masing-masing.

Link Video Field Trip

REVIEW JURNAL MANAJEMEN PERUBAHAN BUDAYA & ORGANISASI

REVIEW JURNAL MANAJEMEN PERUBAHAN BUDAYA & ORGANISASI Review Jurnal 1 (Nasional) Judul Manajemen Perubahan ...